Satuan Reskrim Polres Kuningan Ringkus Pelaku yang Nekat Menusuk Siswi yang Disukainya di Kelas.

  • Whatsapp

Jawa Barat || Metrosurya.net – Dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan kembali dibuat geger karena seorang tersangka R (20 tahun) nekat nerobos masuk ke ruang kelas salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Mandirancan sebelum proses kegiatan belajar mengajar.

Pemuda yang diduga tengah dimabuk cinta tersebut tercatat sebagai alumni sekolah bersangkutan tapi kedatangannya malah menusuk seorang siswi yang disukainya dengan menggunakan sebilah pisau.

Sehingga membuat suasana menjadi heboh karena korban mengalami luka yang cukup serius sehingga sempat dilarikan ke pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) terdekat.

“Tersangka melakukan tindakan pidananya tersebut sekitar pukul 08.00 WIB terhadap korban di ruang kelasnya,” ujar Kapolres Kuningan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Willy Andrian melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP). Anggi Eko Prasetyo, Jumat 11 Agustus 2023.

Setelah melakukan aksi nekat di lembaga pendidikan tersebut, tersangka kabur alias melarikan diri namun berkat kerja sama tim dan adanya petunjuk yang diperoleh, maka proses penangkapannya pun tidak terlalu lama.

Karena sekitar pukul 14.00 WIB, berhasil ringkus di salah satu tempat ketika yang bersangkutan tengah beristirahat.

Sebelumnya pelaku muter-muter ke sejumlah tempat untuk bersembunyi tetapi masih di wilayah Kecamatan Mandirancan.

Tersangka yang kini berada di sel tahanan mapolres tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kasus ini masalah dalam proses pendalaman dan penyidikan oleh Satreskrim namun nanti perkembangannya akan diinformasikan ke kawan-kawan media massa melalui konferensi pers,” ucapnya.

Karena sekitar pukul 14.00 WIB, berhasil ringkus di salah satu tempat ketika yang bersangkutan tengah beristirahat.

Disinggung kondisi korban, Anggi menerangkan bahwa korban mengalami luka sayatan di bagian lengan dan bahu tengah diobati karena sebelumnya sempat dibawa ke puskesmas. Tapi secara psikis, yang bersangkutan perlu pendampingan. (Nurhari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *