Surabaya Shooting Club (SSC) Gelar Hunting Bareng Bantu Petani Basmi Hama Tupai

  • Whatsapp

Foto: Anggota Surabaya Shooting Club (SSC) dalam Hunting Bareng di Bangkalan Madura. 

Bangkalan || Metrosurya.net – Para pecinta senapan angin yang tergabung dalam Surabaya Shooting Club (SSC) mengadakan event berburu (Hunting Bareng) di akhir pekan, target berburu di Desa Jukong Kecamatan Labang Kab. Bangkalan Madura. Minggu (13/08/23) Sedikitnya 15 personil yang tergabung dalam Hunting bareng tersebut.

Bacaan Lainnya

Surabaya Shooting Club (SSC) yang berdiri sejak th 2013 ini beranggotakan kurang lebih 100 personil, selain melakukan hunting juga melakukan bakti sosial di berbagai daerah.

Senior SSC Om Jimmy dan Om Andy (ASL) di sela-sela hunting menyampaikan, hunting bareng inj bertujuan untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan didalam komunitas, disamping itu kita dapat membantu para petani dalam mengatasi hama.

“Banyak nya keluhan mengenai hasil panen yang kurang maksimal di karenakan jumlah tupai yang terlalu banyak, sehingga kami berupaya membantu para petani dengan menggelar hunting bareng berburu hama tupai.”kata Jimmy. Minggu (13/8/23) siang.

Menurut Jimmy, dalam hunting bareng anggota SSC selalu menerapkan SOP, sebelum perburuan dimulai anggota diberikan arahan dan himbauan dengan perburuan menggunakan senapan angin jenis PCP dan pompa kaliber 4,5 mm dengan lokasi perkebunan sawo milik masyarakat di Kelurahan Jukong, Labeng Bangkalan.

“Seluruh peserta diberi arahan untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan berburu, masyarakat dan binatang yang bukan menjadi target berburu,” tegas Jimmy.

Dirinya berharap, kegiatan berburu ini dapat membantu masyarakat petani. Meskipun tidak semua tupai berhasil diburu, tetapi setidaknya dapat mengurangi populasi tupai yang merusak buah, dan sedangkan hasil dari buruan daging tupai dipercaya dapat mengobati penyakit sesak napas atau asma dan diabetes.

“Kegiatan berburu ini, seluruh anggota selain tersalurkan hobinya dan berolahraga juga membantu petani mengurangi hama tupai yang kerap merusak buah milik petani.” pungkasnya. (dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *