Seorang Petani Perempuan Di Lamongan Tewas Tertabrak Kereta Api Di Perlintasan Tanpa Palang Pintu.

  • Whatsapp
Img 20240108 Wa0084

Lamongan || Metrosurya.net – Seorang petani perempuan di Lamongan tewas tertabrak kereta api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu. Korban sempat terpental hingga 400 meter.

Informasi yang dihimpun menyebut petani di Lamongan yang tewas tertabrak KA itu adalah Nemu (43), warga Dusun Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket. Korban tertabrak KA Blambangan jurusan Banyuwangi tujuan Semarang yang dimasinisi M Rofiq, di perlintasan KA sebidang JPL 331 tanpa palang pintu KM 191 +900 yang ada di Dusun Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket.

Bacaan Lainnya

Benar, telah terjadi kecelakaan seorang pejalan kaki tertabrak KA Blambangan pada Minggu (7/1/2023),” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan Ipda Hadi Siswanto kepada awak media,

Kejadian bermula saat Nemu menyeberang dari arah utara ke selatan di perlintasan KA tanpa palang pintu di Dusun Gajah. Pada saat bersamaan, dari arah melaju dari arah timur ke barat KA Blambangan sehingga korban tertemper KA saat berusaha menyeberang dari utara ke selatan.

Perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu di Dusun Gajah ini merupakan perlintasan yang terdapat penyeberangan jalan setapak masyarakat menuju ke lahan pertanian,” ujarnya.

Akibat tertemper KA ini, korban yang sedianya akan ke sawah ini terpental hingga 400 meter dari lokasi kejadian. Jasad korban dikenal warga dari pakaian yang dipakai korban dan sepeda angin yang tersandar di sisi jalan setapak.

Jasad korban terpental sekitar 400 meter dan meninggal dunia dan dibawa ke RS Muhammadiyah Lamongan,” terang Hadi.

Hadi mengimbau semua pengguna jalan selalu berhati-hati saat menyeberang rel KA, khususnya tanpa palang pintu. Ia meminta pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak dan menoleh ke kiri kanan rel sebelum menyeberang dan selalu mengutamakan KA yang akan melintas.

Tetap untuk selalu berhati-hati saat menyeberang rel KA, tengok kanan kiri sebelum menyeberang dan utamakan keselamatan,” imbaunya.

Sugianto – MS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *