Jagasatru dan Jagabayan, Saksi Ketegangan Antara Cirebon dan Galuh

  • Whatsapp
Img 20240113 Wa0003

Cirebon || Metrosurya.net – Sebagai daerah yang dulunya sebuah kerajaan, Cirebon memiliki asal-usul nama daerah yang unik.

Ini dibuktikan dengan adanya beberapa daerah yang dinamakan dengan nama yang berkaitan dengan kerajaan. Salah satunya adalah nama daerah Jagasatru dan Jagabayan.

Bacaan Lainnya

Dinamakan Jagasatru karena pada era Pangeran Cakrabuana merupakan tempat penjagaan yang menjadi bagian dari wilayah kerajaan Cirebon.

Jagasatru berasal dari dua kata yaitu ‘jaga’ yang memiliki arti menjaga, dan ‘satru’ yang berarti musuh. Jadi Jagasatru dapat diartikan sebagai tempat penjagaan dari musuh.

Ketika Media Metrosurya mewawacari Farihin sebagai Sejarawan dan Tim Pustaka Keraton Kanoman mengatakan di setiap keraton pasti memiliki tempat-tempat penjagaan atau pengamanan.

“Seperti Jagasatru sebagai salah satu pos penjagaan keraton,” kata Farihin beberapa waktu lalu.

Wilayah keraton dahulu tidak seperti sekarang yang dikelilingi oleh pasar dan bangunan bekas peninggalan kolonial Belanda. Diceritakan Farihin, Keraton Kanoman dan Kasepuhan juga dulunya merupakan satu kesatuan.

Menurut Farihin, area keraton pada masanya memiliki luas sekitar 50 hektare. “Kanoman dan Kasepuhan itu satu area. Tidak ada sekat jalan Pulasaren dan Petratean seperti sekarang,” tutur Farihin.

“Keraton Kasepuhan merupakan area perluasan wilayah yang dibangun oleh Pangeran Pasarean,” tambah Farihin.

Seperti halnya Jagasatru. Jagabayan juga dulunya merupakan tempat penjagaan. Menurut Juru Kunci Masjid Jagabayan Muhammad Fauzan, berasal dari nama seorang adipati dari Kerajaan Padjajaran yang bernama Tumenggung Jagabayan.

“Jagabayan sendiri dapat diartikan sebagai seseorang yang menjaga tempat dari bahaya,” kata Fauzan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Farihin menjelaskan Tumenggung Jagabayan di Cirebon adalah untuk memberikan gelar Sri Mangana kepada Pangeran Cakrabuana dan memberikan kursi Gading Gilang Kencana. “Pemberian ini menegaskan bahwa Pangeran Cakrabuana merupakan putra mahkota kerajaan Padjajaran,” kata Farihin.

Bukti bahwa Jagabayan merupakan pos penjagaan. Adanya sebuah masjid dengan sumur keramat yang dulunya digunakan sebagai pos pengamanan oleh Tumenggung Jagabayan. Masjid tersebut dinamakan dengan Masjid Jagabayan yang letaknya di jalan Karanggetas, Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Adanya pos-pos penjagaan seperti pos Jagasatru dan Jagabayan ini digunakan sebagai tempat penyeleksian dan pengamanan sebelum orang masuk ke dalam Keraton.

“Ada proses verifikasi. Dari mulai siapa yang masuk, keperluanya apa dan ingin bertemu dengan siapa,” tutur Farihin.

Salah satu alasan kenapa pada masa itu memiliki pos penjagaan yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana cukup ketat adalah karena situasi politik antara Pangeran Cakrabuana dari Kerajaan Cirebon, dengan Cakraningrat dari Kerajaan Galuh cukup tegang.

“Pada waktu pos-pos penjagaan tersebut digunakan untuk pengamanan dari serangan dan gangguan politik kerajaan Galuh,” tutur Farihin.

Di daerah Jagasatru ada juga tiga makam keramat yang salah satu namanya bernama Pangeran Jagasatru. Konon Pangeran Jagasatru dikenal sebagai pangeran yang menjaga daerah Jagasatru dari bahaya.

Nurhari – MS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *