Aksi Carok Masal Tewaskan 4 Orang Polres Bangkalan Ungkap Motif Kejadian

  • Whatsapp
20240114070039 Copy 720x500 1

Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya menyampaikan motif carok massal di Bangkalan. (Metro/dex) 

Bangkalan || Metrosurya.net – Aksi Carok Massal perkelahian dengan senjata tajam celurit di Bangkalan, Madura terekam kamera warga setempat. Dalam insiden berdarah ini, empat orang meninggal dunia dengan luka bacok di beberapa bagian tubuh.

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman video warga setempat terlihat detik-detik pertarungan sejumlah orang dengan menggunakan clurit. Peristiwa itu terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Tragedi Carok massal melalui beberapa unggahan vidio di Sosial Media (Sosmed), yang menewaskan 4 (empat) orang dan tergeletak dipinggir jalan, akhirnya terkuak. Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya membeberkan motif dan Kronologis pemicu kejadian tersebut.

Dalam penyampaiannya, AKBP Febri yang disapa akrab warga Kabupaten Bangkalan, pelaku terkait kasus Carok di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, yang terjadi pada hari Jum’at Malam tanggal 12 Januari 2024, telah berhasil diamankan.

“Kita amankan sebanyak dua orang yang terlibat dari kasus tersebut. Dan saat ini masih dalam pemeriksaan,” ungkap AKBP Febri, kepada wartawan ini, Sabtu (13/01/2023).

Motif dari perkelahian berdarah tersebut, Menurut AKBP Febri, didasari dengan peneguran terkait permasalahan lampu sorot motor mengenai mata serta laju motor terlalu kencang saat melintas, sehingga memicu percekcokan antara pelaku dan korban.

“Setelah terjadi percekcokan antara pelaku dan korban yang diakhiri dengan aksi pemukulan dipinggir jalan. Kemudian pelaku pulang untuk mengambil 2 (dua) buah Celurit,” tutur AKBP Febri.

Lanjut AKBP Febri, ditengah-tengah perjalanan pelaku kebetulan bertemu dengan saudaranya dan mengajak. Begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP) salah satu dari 2 (dua) orang pelaku mengejar korban.

“Disitulah, kurang lebih ada 4 (empat) orang, sehingga terjadi perkelahian berdarah yakni duel 2 (dua) orang lawan 4 (empat) orang di TKP,” lanjutnya.

Kronologisnya, pada saat itu pelaku hendak berangkat menuju ke lokasi tahlilan di Desa Bumianyar. Ditengah perjalanan, terjadi perselisihan terkait permasalahan tersebut.

“Dalam hal ini juga, ada 4 (empat) korban yang meninggal dunia adalah MTD warga Desa Larangan, MTJ warga Desa Larangan, NJR warga Desa Larangan, serta HFD warga Desa Banyuanyar. Disebutkan bahwa MTD dan MTJ adalah kakak beradik,” jelas AKBP Febri.

“Saat ini 4 (empat) korban meninggal dunia tengah dilakukan otopsi dari Jumat tengah malam kemarin (12/01/2024) hingga pagi ini di RSUD Syamrabu,” sambungnya.

Terkait kondusifitas di lokasi kejadian pasca terjadinya perkelahian berdarah (Carok-red) aman dan kondusif.

“Untuk situasi di TKP, Alhamdulillah telah berangsur pulih. Situasi aman dan kondusif,”pungkasnya. (dex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *