Terlibat Tawuran, 9 Pelajar Diamankan Polsek Kapetakan Polres Cirebon Kota

  • Whatsapp
Img 20240515 Wa0037

Cirebon || Metrosurya.net – Tawuran antar pelajar kembali terjadi di jalan raya Indramayu-Cirebon, tepatnya di Desa Kapetakan, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon pada Selasa (14/5/24).

Kapolsek Kapetakan, Iptu Rudiana, S.H.,M.H mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Selasa, 14 Mei 2024, sekira pukul 17.10 WIB. Tawuran tersebut melibatkan pelajar SMK Nusantara dan SMK Nasional.

Bacaan Lainnya

Adapun kronologis kejadian tersebut bermula pada sekira  pukul 13.00 WIB, sekitar 50 pelajar SMK Nusantara berangkat ke pantai Juntinyuat Indramayu dengan 28 sepeda motor, melewati Desa Kapetakan.

Salah satu Pelajar SMK Nasional, MR mendapat informasi melalui WhatsApp bahwa rombongan SMK Nusantara berada di pantai Juntinyuat. R mengajak teman-temannya untuk menghadang rombongan SMK Nusantara karena melanggar perjanjian tidak melewati wilayah Kapetakan dan Suranenggala.

Img 20240515 Wa0037

“Jadi, MR ini membawa celurit dan bersama 12 temannya menggunakan empat sepeda motor untuk menghadang,” ucap Iptu Rudiana.

Setelah itu, sekira pukul 17.10 WIB, kedua kelompok bertemu di jalan raya Indramayu-Cirebon dan terjadi bentrokan dengan korban salah seorang dari SMK Nusantara.

“MR membacok seorang pelajar SMK Nusantara yakni R mengenai punggung belakang dengan celurit,” terangnya.

Dari kejadian tersebut, lanjut Iptu Rudiana, pihaknya berhasil mengamankan 9 pelajar dan barang bukti yang dibawa saat tawuran.

“Dari SMK Nusantara 8 orang SMK Nasional 1 orang. Barang bukti berupa empat unit sepeda motor, delapan unit HP, satu bilah celurit bergagang kayu yang dilapisi kain biru,” jelasnya.

Saat ini, situasi sudah kondusif dan pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Kapetakan.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini dan memastikan bahwa situasi tetap aman,” ujar Kapolsek Kapetakan, Iptu Rudiana.

Polisi juga menghimbau kepada orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan siswa di luar sekolah guna mencegah terjadinya tawuran serupa di masa depan. (Nuhari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *