3 Kampung di Tasikmalaya Terisolasi Akibat Longsor, Akses Jalan Utama Terputus Total & Listrik Mati

  • Whatsapp
Img 20240701 Wa0011

TASIKMALAYA// metrosurya.net,– Hujan intensitas tinggi menyebabkan tanah longsor yang menggerus hingga memutuskan akses jalan utama di Desa Puspamukti, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (30/6/2024).

 

Bacaan Lainnya

Akibatnya, tiga kampung yang berada di sebelah utara Desa Puspamukti, yakni Kampung Salawi, Parung, dan Kiarabongkok, terisolasi.

 

Tak hanya itu, listrik di lokasi tersebut ikut terputus.

 

Menurut salah seorang warga Kampung Salawi, Doni (28), akses jalan yang terputus merupakan akses utama yang kerap digunakan masyarakat setempat.

 

“Iya, ini akses utama masyarakat, jadinya akses desa mati, soalnya kantor Desa Puspamukti masih ke atas, sekitar 300 meteranlah,” ucapnya kepada TribunPriangan.com di lokasi pada Minggu (30/6/2024).

 

Bahkan, para ojek pangkalan pun tidak bisa bekerja lantaran akses jalannya yang terputus.

 

“Longsornya juga menimbun makam keluarga. Ada tiga makam yang kebawa longsor,” lanjutnya.

 

Kata Doni, kejadian longsor tersebut terjadi sekira pukul 00.00 WIB dini hari tadi.

 

“Jadi, pukul 11.30 WIB malam kemarin (Sabtu, 29/6/2024), ada orang yang lewat, warga lagi ngongkrong, dia bilang ke warga, katanya itu jalan rusak banget,” terang dia.

 

Oleh sebab itu, warga seketika mencoba untuk memeriksa lokasi yang dimaksud.

 

Tak dinyana, tambah Doni, pada saat mereka hampir mendekati lokasi, longsor tiba-tiba terjadi sehingga mereka segera berlarian menyelamatkan diri.

 

“Alhamdulillah, enggak ada korban jiwa. Cuma, listrik tiba-tiba mati enggak lama setelah longsor itu,” terang dia.

 

Masyarakat setempat yang terisolasi terpaksa harus mengambil akses memutar hingga ke arah utara.

 

“Paling, (akses untuk ke pusat kota) mutar ke daerah Cigalontanh gunung (Red: Cibitung),” paparnya.

 

Doni berharap, jalan yang tergerus lonsor itu segera diperbaiki, mengingat banyak sekali masyarakat yang menggantungkan hidupnya terhadap akses di jalan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *